Sunday, June 20, 2010

Membuat Dapur Sehat

Dapur memiliki peranan penting dalam rumah. Di sinilah makanan, yang diperlukan bagi kehidupan penghuninya, diolah menjadi makanan yang siap untuk disajikan dan dimakan.


Karena peran ini, dapur harus selalu dijaga kesehatan dan keamanan. Dapur tidak sehat akan mempermudah pertumbuhan bakteri dan virus, yang dapat meracuni makanan dan kesehatan manusia. Dapur juga sangat rentan terhadap keamanan, karena di dalamnya terdapat berbagai peralatan, sumber daya, dan bahan bakar.


ads
ads
ads




Jika kesehatan dan keamanan dapur Anda tidak diperdulikan, maka dapat mengancam kesehatan keluarga Anda. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk menciptakan dapur yang sehat dan aman di rumah Anda, yaitu:

1. Penerangan
Pastikan area dapur Anda mendapatkan cukup sinar matahari. Penting peran pencahayaan alami untuk dapur. Selain pencahayaan diperlukan untuk membunuh benih bakteri, juga dapat mencegah binatang masuk ke dalam dapur kita, seperti kecoa dan tikus yang menyukai sudut ruangan yang gelap dan lembab.
Dapur harus memiliki pencahayaan buatan yang cukup terang untuk menggantikan cahaya alami. pencahayaan buatan harus memadai (tidak redup dan tidak silau) untuk melakukan setiap pekerjaan dan melihat perubahan warna makanan. Pencahayaan terlalu redup atau terlalu terang dapat menyebabkan ketegangan mata.
2. Sirkulasi udara
Pastikan area dapur memiliki ventilasi (jendela dan pintu) adalah baik untuk kelancaran sirkulasi udara. Paparan tidak hanya pada satu sisi, tapi pada dua sisi atau lebih, dalam rangka menciptakan ventilasi silang. Asap dan uap dari proses memasak harus mengalir keluar dan digantikan dengan udara segar. Sirkulasi udara ini dimaksudkan untuk menghindari bau dan timbulnya keracunan gas dari asap atau gas kompor (NO2 - Nitrogen Dioksida).
Anda juga dapat menggunakan exhaust fan untuk membantu mengeluarkan asap dan uap dari proses memasak, karena exhaust fan menghisap udara dan menarik minyak dalam ruangan. Perlu dicatat juga, exhaust fan harus dibersihkan secara teratur agar dapat berfungsi optimal.
Selain itu, cooker hood kompor harus dipasang untuk mengalirkan asap dan uap dari proses memasak. Saat ini pasar telah dijual cooker hood dengan beragam bentuk dan ukuran.
3. Material
Selain itu, di cooker hood kompor harus dipasang untuk mengalirkan asap dan uap dari proses memasak. Saat ini pasar telah dijual cooker hood dengan beragam bentuk dan ukuran.
Pilih bahan dinding yang tahan terhadap panas dan uap. Keramik banyak digunakan sebagai dinding dapur, karena selain kuat dan mudah untuk membersihkan, harga lebih terjangkau daripada granit. Hindari penggunaan dinding bertekstur karena celah-celah akan sulit untuk dibersihkan dan dapat menjadi timbunan kotoran, debu, dan minyak.
Untuk lantai sebaiknya pilih material lantai yang tidak licin, karena daerah itu dapur rentan tepercik minyak dan air.
Hindari menggunakan bahan yang mengandung cairan yang mudah terbakar, seperti bahan kayu lapis. Kita harus memilih bahan yang tahan terhadap api dan panas seperti, stainless steel, granit, dan keramik.
4. Tools
Gunakan peralatan elektronik anda seperti lemari es, Dishwasher, dan microwave seefisien mungkin. peralatan elektronik membutuhkan energi listrik yang sangat besar dan dapat menyebabkan efek radiasi elektromagnetik.
Harus menempatkan microwave dan oven jauh dari jangkauan anak-anak.
Biasakan untuk tidak terlalu banyak mengolah makanan menggunakan microwave, karena gelombang mikro pada microwave dapat menghilangkan gizi dalam makanan, sehingga tidak bermanfaat bagi kesehatan kita.
Jauhkan kompor dengan jendela agar nyala api tidak tertiup angin dan tirai tidak mengarah ke nyala api.
Gunakan perak dari keramik / porselen daripada menggunakan plastik, karena bahan kimia yang ditemukan dalam plastik dapat mengkontaminasi makanan. Hal ini juga berlaku jika Anda panas makanan dengan microwave.

5. Kebersihan
Kami merekomendasikan bahwa Anda membersihkan dapur dari minyak dan remah-remah makanan setiap kali selesai memasak untuk menghindari pertumbuhan bakteri dan jamur. Buanglah sampah dapur paling tidak sekali sehari. Sampah tidak dibuang lebih dari 1 hari berpotensial menambah pertumbuhan bakteri dan jamur, yang jika dibiarkan dapat merusak kesehatan penghuni rumah.
Lebih baik memiliki filter (penyaring) air untuk mengurangi bakteri dan virus yang mungkin terkandung dalam air, sehingga air lebih aman dikonsumsi kebersihan dan kesehatan. Tapi hindari menggunakan klorin dalam air, karena klorin korosif dan dapat mengganggu kesehatan kulit dan mata.
Biasakan untuk membersihkan nampan penampung air di bawah lemari es paling sedikit 2 kali setahun. Jika tidak dibersihkan secara teratur bisa berpotensi tumbuh jamur.
6. Keamanan
Membiasakan Anda tidak menyimpan dan penyemprotan pestisida atau insektisida untuk memerangi binatang pengganggu (semut, kecoa, tikus, dll) di area dapur. Umumnya obat serangga neurotoksik (racun yang mengganggu syaraf) dan mengandung karsinogen. Jika Anda harus menyemprotkan insektisida , pastikan untuk menggunakan ventilasi yang cukup terbuka lebar.
Hindari menyalakan kompor untuk merokok, karena api yang dihasilkan menjadi beracun.
Dengan langkah sederhana tersebut, dapur anda akan menjadi ruang vital dalam sebuah rumah yang sehat dan aman untuk keluarga Anda.



Bagikan

0 Comments:

 

blogger templates | Make Money Online